Indahnya Persahabatan*

Monday, April 16, 2007


*)Sebuah Renungan
Alkisah-Pernah ada seorang lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya, dia belajar untuk menahan diri. Hingga jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba suatu hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.

Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata: “Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar. Pagar ini tidak akan bisa kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.

Kau bisa menusukkan pisau ke punggung orang lalu mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka.
Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal.
Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik”.
-

Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka.
Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat.
Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu. Tunjukkanlah pada teman-temanmu, bahwa kau begitu menyayangi mereka.
-

Hiduplah sebagai seorang sahabat yang baik. Jadikan “nama-mu” sebagai pralambang bantuan bagi mereka yang tertindas. Dan, jadikan “hati-mu” sebagai dermaga bagi orang-orang yang lelah.
Jadilah kalian instrumen Tuhan. Yang selalu menebar cinta dalam setiap kebencian. Menjadi penghibur dimana ada luka-luka hati. Menebar keyakinan dimana tumbuh keraguan. Menyiram harap dalam gersangnya setiap keputus-asaan. Berbagi kebahagiaan dimana ada kesedihan. Dan memberi cahaya dalam setiap kegelapan. Jadilah diri kalian sendiri yang tau arti hidup ini.

“Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu akan mempercayakan rahasia” (Alessandro Manzoni)

2 Komentar:

Irma said...

He... bisa jadi bahan kultum buat murid-murid ku nih ceritanya, boleh gak?

M. Luthfi al-Anshori said...

nih mba'...! monggo mbo menawi ngersaaken bahan kangge kultum, silahkan saja materi ini disampaikan.hehehe...moga bermanfaat deh!